sponsor

sponsor

Slider

LINTAS NANGGROE

LINTAS ACEH SELATAN

INFO GURU DAN CPNS

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !

INFO PENDIDIKAN

LINTAS ARENA

R A G A M

INFO KAMPUS

Gallery

Liputan Kerusakan Akibat Banjir Di Aceh Selatan

By: Unknown on Senin, Desember 14, 2015 / comment : 0 ,

Lokasi: Geulumbuk Kluet Selatan
KLUETMEDIA | Tapaktuan - Banjir yang merendam hampir diseluruh gampong di Aceh Selatan telah mengakibatkan ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, menyusul hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak Jumat (11/12) sore lalu.

Menurut keterangan yang dihimpun di Tapaktuan, (13/12),  jembatan gantung di Desa Trieng Muduro Tunong, Kecamatan Sawang, putus total akibat dihantam banjir. Jembatan ini merupakan sarana penghubung utama bagi masyarakat setempat untuk menuju ke Desa Sawang Dua dan Desa Panton Luas. Tak hanya itu, terjangan banjir juga meluluhlantakkan fasilitas irigasi Desa Panton Luas yang menyuplai air ke tiga desa masing-masing Desa Trieng Meduro Tunong, Trieng Meduro Baroh dan Sikulat, Kecamatan Sawang.

Selain itu, badan jalan kabupaten di Desa Panton Luas, Kecamatan Sawang juga terkelupas dan sebagiannya amblas ke dasar Sungai serta ratusan rumah penduduk dalam beberapa desa dalam kecamatan itu tergenang banjir setinggi 1 meter.

Sementara beberapa rumah penduduk yang berdiri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Sawang satu, mengalami kerusakan di bagian dapur belakang serta puluhan lainnya terancam ambruk akibat diterjang banjir sehingga semakin memperparah terjadinya erosi.

Di Labuhan Haji, hujan lebat yang mengguyur kawasan itu sejak Jumat (11/12) sore, telah mengakibatkan badan jalan nasional lintasan Tapaktuan-Banda Aceh tepatnya di Pasar Blang Keujeren, Kecamatan Labuhanhaji Barat tergenang setinggi 1 meter lebih, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh selama hampir 3 jam.

Selain menggenang badan jalan nasional, banjir juga merendam ratusan rumah penduduk, fasilitas umum serta lahan pertanian dalam Kecamatan Labuhanhaji Barat masing-masing di Desa Pelokan, Tengah Iboh, Ujong Padang, Tutong, Kuta Iboh, Kuta Trieng.

Banjir genangan itu terjadi selain akibat saluran drainase baik yang berada di pinggir jalan nasional maupun di kawasan pemukiman penduduk telah banyak yang rusak dan tersumbat sehingga air hujan tidak mengalir secara lancar ke laut.

Selain itu, dikecamatan Pasie Raja, sebanyak 6 desa di Kecamatan itu juga terkenang banjir setinggi 1 meter. Desa-desa tersebut masing-masing adalah Desa Paya Ateuk, merendam 44 rumah dan sebanyak 261 jiwa menjadi korban banjir, Desa Krueng Kale merendam 146 rumah korban banjir sebanyak 503 jiwa, Desa Silolo merendam 74 rumah korban banjir 396 jiwa.

Desa Ladang Tuha merendam 115 rumah korban banjir 600 jiwa, Desa Pante Raja merendam 83 rumah korban banjir 503 jiwa dan Desa Panton Bilie merendam 23 rumah korban banjir 107 jiwa.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Aceh Selatan T Muhasibi mengatakan, musibah banjir pasca wilayah itu diguyur hujan lebat Jumat (11/12) sore, terjadi dihampir seluruh kecamatan, namun wilayah yang paling parah adalah di Kecamatan Labuhanhaji Barat, Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan dan Bakongan.

Di Kecamatan Bakongan, kata Muhasibi, akibat diterjang banjir mengakibatkan kepala jembatan di Desa Baro ambruk ke dasar Sungai. Akibatnya, kendaraan roda empat ukuran besar tidak bisa lewat kecuali mobil ukuran kecil seperti mobil bak terbuka L 300.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, lanjut Sekretaris BPBD, dampak musibah banjir telah mengakibatkan lima orang petani di Desa Pisang, Kecamatan Labuhanhaji Tengah yang tengah berada di kebunnya di kawasan pegunungan desa setempat, dilaporkan hanyut dibawa arus sungai, setelah pondok yang berlokasi di kebun mereka tersebut dihantam banjir lalu terseret arus yang deras.

“Sampai saat ini kami belum memperoleh perkembangan informasi menyangkut nasib lima orang petani yang hilang terseret arus sungai tersebut. Apakah mereka berhasil menyelamatkan diri atau telah tewas di amuk ganasnya arus sungai,” tegas Muhasibi.

Sedangkan terkait dengan musibah banjir yang merendam ratusan rumah penduduk di Desa Limau Purut, BPBD Aceh Selatan telah mengerahkan mobil dapur umum ke lokasi serta mendirikan tenda darurat tempat penampungan korban banjir.

“Menyikapi musibah banjir ini, BPBD Aceh Selatan telah menerjunkan sejumlah personil ke masing-masing lokasi banjir, selain melakukan pendataan fasilitas yang rusak dan warga korban juga menyalurkan bantuan masa panik,” sebutnya.

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan, dampak banjir juga mengakibatkan badan jalan nasional lintasan Tapaktuan-Medan (Sumut), tepatnya berada di kawasan Keude Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan, juga tergenang air setinggi 1 sampai 1,5 meter.  Selain badan jalan air juga menggenang ratusan rumah penduduk di kawasan itu.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa daerah dan  lintas jalan negara yang menghubungkan beberapa kota di Aceh Selatan sudah bisa dilalui kenderaan.

*dihimpun dari berbagai sumber

Bantu Korban Banjir, Mahasiswa Kluet Selatan Galang Dana di Banda Aceh

By: Unknown on Senin, Desember 14, 2015 / comment : 0 ,


KLUETMEDIA | Banda Aceh - Atas dasar keprihatinan yang dalam terhadap korban banjir di Aceh Selatan, mahasiswa - mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Kluet Selatan ( IMPAKS) di Banda Aceh turun kejalan lakukan penggalangan dana. (14/12/15)

Imformasi yang kami himpun dari Novrianda Alinur, salah seorang mahasiswa asal gampong Suaq Bakung kecamatan Kluet Selatan yang juga ketua organisasi Laskar Muda Teuku Tjut Ali ( LMTTA)  menyebutkan bahwa aksi penggalangan dana ini dilakukan karena rasa prihatin terhadap nasib korban banjir yang sebagian harta bendanya hanyut diterjang banjir kemaren. Menurutnya kepekaan dan sikap seperti ini harus terus dijaga karena sangat positif bagi perkembangan mental mahasiswa itu sendiri menanggapi segala musibah yang terjadi didaerahnya masing- masing.

Aksi turun kejalan ini secara simbolis dilaksanakan mulai hari ini sampai 4 hari kedepan nanti dengan sasaran utama para pengguna jalan dan para dermawan. Adapun lokasi - lokasi yang akan dijadikan tempat untuk melakukan pengumpulan dana tersebut diantaranya simpang lima dan beberapa titik lainnya yang ramai.
Disamping dalam bentuk uang, mereka juga menerima sumbangan dalam bentuk pakaian dan sembako. 
" Dalam hal ini, sumbangan bisa dalam bentuk apa saja, baik itu pakaian bekas maupun sembako. Asalkan bermanfaat untuk para korban banjir kami terima dan akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan". Ungkapnya. 

Mengenai penyaluran dana yang sudah terkumpul nantinya akan diserahkan langsung oleh ketua IMPAKS ke daerah tujuan. 

redaksi

Kebudayaan Tiga Etnis Akan Ramaikan HUT Aceh Selatan ke-70

By: Unknown on Minggu, Desember 13, 2015 / comment : 0 ,

KLUETMEDIA | Tapaktuan -  Perayaan HUT ke-70 Kabupaten Aceh Selatan kali ini ada yang berbeda dan unik dengan tampilnya tiga atraksi budaya dari tiga etnis yang tumbuh dan berkembang di Aceh Selatan. 

“Tiga budaya etnis itu adalah Aneuk Jamee, Kluet dan Aceh. Semuanya bisa dinikmati pada Pameran Seni dan Budaya mulai tanggal 25 sampai 29 Desember 2015 di Kompleks Taman Pala Indah Reklamasi Pantai, Tapaktuan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Aceh Selatan Azwar Rahman, Jumat (11/12).

Dia sebutkan pameran senin dan budaya diikuti 18 kecamatan dalam kabupaten Aceh Selatan. Selain memamerkan budaya tiga etnis, pengunjung juga dapat menyelami lebih dalam tentang berbagai jenis makanan dan potensi yang dimiliki oleh setiap kecamatan. Azwar Rahman yang juga Ketua Panitia HUT Aceh Selatan mengatakan hingga kemarin masing-masing kecamatan sudah mempersiapkan stand dan dipastikan seluruhnya selesai sebelum acara berlangsung.

“Kita berharap dengan adanya pameran seni dan budaya ini akan menambah kecintaan masyarakat terhadap seni dan budayanya,” papar Azwar Rahman.

“Aceh Selatan ini kaya dan berwarna. Kendati memiliki budaya dan adat istidat yang berbeda, namun masyarakatnya tetap kompak dan solid,” tambah Azwar.

Sementara itu Sekretaris Panitia Fun Bike dan Fun Walk HUT ke-70 Aceh Selatan Yulia Putra ST mengungkapkan tingkat antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dari tiket/kupon yang sudah laku terjual hingga hari kedua dibuka pendaftaran mencapai 3000 lebih.

“Pendaftaran akan ditutup dua hari menjelang hari H yakni tanggal 17 Desember. Jika sudah mencapai target panitia akan langsung menutup pendaftaran,” papar Yulia Putra.

kegiatan - kegiatan menyambut HUT Aceh Selatan

* Seminar Nasional Tekhnologi Rekayasa di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Sabtu 12 Desember
* Senam massal di Kompleks Taman Pala Indah Jumat 18 Desember
* Fun Bike dan Fun Walk Aceh Selatan di Taman Pala Indah Tapaktuan Minggu 20
* Festival Seni dan Budaya di Taman Pala Indah Sabtu 19 Desember
* Pembukaan Pameran Seni dan Budaya di Taman Pala Indah Kamis 24
* Lomba Dayung di Pantai Asahan Kluet Utara Sabtu 26
* Pawai Budaya 3 etnis di Tapaktuan Minggu 27
* Peringatan hari puncak HUT di Taman Pala Indah 28 Desember

Sumber: Serambi

Janji Menristek, Politeknik Aceh Selatan Bakal Jadi PTN

By: Unknown on Minggu, Desember 13, 2015 / comment : 0 ,

H Mohamad Nasir
KLUETMEDIA | Tapaktuan - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir berjanji akan mengupayakan Kampus Politeknik Kabupaten Aceh Selatan (Poltas) pada tahun 2016 bersama 15 perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia menjadi perguruan tinggi negeri.

"Peningkatan status PTS menjadi PTN khususnya terhadap perguruan tinggi vokasi (politeknik), memang cita-cita atau program prioritas Kemenristek Dikti dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa dikancah dunia internasional," katanya di Tapaktuan, Sabtu (12/12/15).

Ia akan melaporkan kepada Presiden Jokowi dan jika mendapat persetujuan maka akan diupayakan menjadi PTN bersama 15 PTS lainnya.

Penegasan itu disampaikan Menteri Mohammad Nasir dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional Teknologi Rekayasa (SNTR) ke-2 yang diselenggarakan oleh Kampus Politeknik Aceh Selatan bekerjasama dengan Pemkab setempat, di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan.

Untuk mewujudkan program itu, Menristek Dikti meminta kepada Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, yang hadir pada acara itu untuk bersama-sama dengan pihaknya memperjuangkan penambahan anggaran terhadap Kemenristek Dikti sumber APBN.

Menurutnya, Kemenristek Dikti memprogramkan agar PTS bisa menjadi PTN di Indonesia khusus terhadap daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

"Di daerah terdepan, terluar dan tertinggal ini menjadi prioritas Kemenristek Dikti untuk mengakselerasi perguruan tingginya menjadi tanggungjawab negara. Sebab jika SDM yang dimiliki suatu daerah tersebut masih rendah bagaimana cara mengolah SDA yang ada guna memajukan daerah tersebut," ucapnya.

"Karena itu, saya sangat mendukung permintaan Bupati Aceh Selatan dan Ketua Komisi X DPR RI, untuk menegerikan Kampus Poltas. Sebab kemajuan teknologi sebuah daerah harus didukung oleh Kampus Politeknik Negeri sehingga proses pendidikan yang diselenggarakan bisa lebih maksimal. Saya harap dengan adanya Politeknik Negeri, maka 10 tahun ke depan Aceh Selatan bisa lebih maju dan berkembang," tambahnya.

Dijelaskan, sebuah perguruan tinggi vokasi (politeknik) dalam menyelenggarakan pendidikan harus mampu menempuh dua jalur keahlian yakni pertama menciptakan tenaga ahli yang terampil dan kedua menciptakan inovasi-inovasi baru melalui program rekayasa yang dilakukan terhadap sebuah sumber daya alam yang ada.

Tujuan itu baru bisa berhasil diimplementasikan, kata Nasir, jika sebuah perguruan tinggi mampu menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas sehingga berhasil menciptakan lulusannya menjadi tenaga kerja yang terampil dan handal sehingga siap diterima oleh pasar tenaga kerja atau mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru melalui kemampuan yang dimilikinya.

Sumber: AntaraNews

FOTO : Sejumlah Gampong di Kluet Raya Dikepung Banjir

By: Redaksi KluetMedia on Sabtu, Desember 12, 2015 / comment : 0 ,

KLUET MEDIA | Kluet Raya - Tingginya curah hujan diwilayah Kluet Raya akhir-akhir ini telah mengakibatkan sejumlah gampong di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) digenangi banjir luapan sungai Kluet.

Banjir luapan tersebut akan redaksi rangkum dengan sejumlah foto hasil bidikan dari warga didaerah masing - masing.

Ruas jalan negara - Gampong Geulumbuk


Ruas jalan negara - Gampong Geulumbuk

Ruas Jalan negara Simpang Rhumba cafe

Banjir juga menggenangi ruas jalan negara dari Medan - Banda Aceh sehingga mengakibatkan kenderaan - kenderaan yang biasanya beroperasi melalui jalan tersebut tidak dapat melewati. 

Banjir di Kedai Runding
Dari keterangan warga yang redaksi hubungi, ketinggian air sempat mencapai 1 Meter atau lebih namun perlahan - lahan mulai surut sedikit demi sedikit.

Banjir di Kedai Kandang

Dari informasi yang redaksi terima, banjir mulai terjadi sekitar pukul 04.00 subuh tadi (12 /12/15). Kemudian ketinggian air sedikit demi sedikit meninggi hingga mencapai ketinggian 1 Meter. Saat liputan ini diturunkan ketinggian luapan banjir ini  berbeda- beda dibeberapa gampong.  


sumber dihimpun dari informasi warga

Dinas Syariah Islam Bahas Tentang Ketertiban Selama Bulan Ramadhan

By: Redaksi KluetMedia on Rabu, Juni 11, 2014 / comment : 0 ,

Ilustrasi
KLUETMEDIA | TAPAKTUAN - Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Selatan akan segera mengadakan rapat koordinasi dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan 1435 H/2014. “Rapat akan membicarakan hal-hal terkait dengan penertiban di bulan suci dan itu akan melibatkan pihak terkait,” kata Kepala Dinas Syariat Islam, M.Rasyid Selasa (10/6) kemaren.

M.Rasyid didampingi Kepala Bidang Dakwah dan Peribadatan, drh. Asrijal Junaidi menambahkan, adapun pihak terkait antara lain Depatemen Agama, Mahkamah Syariah, unsur Muspida, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH). “Namun tanggal pastinya rapat diadakan akan segera dijadwalkan nanti,” katanya.

Adapun bentuk ketertiban yang akan diperbincangkan di dalam rapat pada intinya adalah semua pihak agar saling menghormati orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Untuk itu dilarang keras berjualan makanan (warung makan, kopi dan lain-lain) di bulan Ramadan.

Selain itu, akan dibicarakan juga menyangkut langkah-langkah menyemarakkan bulan Ramadan, seperti mengadakan syafari Ramadan serta di setiap rumah ibadah akan diadakan tadarus serta pengajian-pengajian. “Serta hal-hal lain yang berkaitan menyemarakkan bulan suci,” kata M.Rasyid.

Untuk memback-up kegiatan tersebut, akan melibatkan pihak-pihak terkait sesuai dengan tugas pokok masing-masing organisasi. Semisal pengerahan polisi WH dan Satpol PP yang tidak tertutup kemungkinan juga akan melibatkan aparat kepolisian dari Polres atau operasi gabungan. Begitu juga dalam melaksanakan hari makan-makan menyambut bulan Ramadan.

Dalam kaitan itu, Rasyid mengimbau agar dalam menikmati hari makan-makan jangan terlalu berlebihan, misalnya dengan menggelar musik di tempat-tempat tamasya serta tindakan-tindakan lain yang bertentangan dengan syariat Islam.

“Ini kita imbau terutama kalangan muda yang selama ini malah ada yang menyambut hari-hari makan-makan sekalian mabuk-mabukan,” katanya. “Rapat akan digelar menunggu pengarahan bupati,” katanya.[]
sumber: analisadaily.com

Jumlah Pemilih di Pilpres 2014 Kab.Aceh Selatan Bertambah

By: Redaksi KluetMedia on Selasa, Juni 10, 2014 / comment : 0 ,

KLUETMEDIA | TAPAKTUAN - Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 Kabupaten Aceh Selatan bertambah bila dibanding Pemilihan Umum Legislatif dua bulan lalu.

DPT pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 Kabupaten Aceh Selatan ditetapkan dalam rapat pleno terbuka di aula Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga di Tapaktuan, Senin (9/6) kemaren.

Rapat Pleno yang dipimpin Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan Syamsuhardi,SP didampingi empat komisioner lainnya dan turut dihari para pimpinan Parpai politik peserta pemilu serta Panwaslu Aceh Selatan itu menetapkan DPT  154.087 pemilih.

Dengan demikian penetapan daftar pemilih untuk pilpres 9 juli 2014 mendatang, mengalami kenaikan sebanyak 1722 pemilih dari daftar pemilih pemilihan umum legislatif yang baru lalu dengan DPT 152.365 pemilih di daerah itu.

Komisioner KIP divisi pendaftaran pemilih Khairunis Absyir,ST mengatakan, penambahan jumlah pemilih tetap di wilayah ini, sebagian besar datang dari jumlah pemilih pemula yang telah menginjak umur 17 tahun. “Selain itu, diperkirakan penambahan dari anggota Polri dan TNI yang telah pensiun dan memiliki hak memilih di Pilpres nanti, serta perpindahan domisili,” katanya usai rapat pleno.

Terkait belum adanya perubahan jumlah desa, padahal diwilayah itu telah terjadi pemekaran desa, Khairunis menerangkan bahwa pemberitahuan ke KPU telah dilakukan namun belum ada persetujuan. “ Karenanya, kami masih memakai data jumlah desa yang lama yakni 248 desa walaupun saat ini desanya berjumlah 460,” pungkasnya.[]
sumber: pemkabas.com

Harga Minyak Pala Naik, Perkilo 1 Jutaan

By: Redaksi KluetMedia on Sabtu, Juni 07, 2014 / comment : 0 ,

KLUETMEDIA | Tapaktuan - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Aceh Selatan menyebutkan, hasil pantauan harga di pasar sejak seminggu terakhir terhadap sejumlah komoditas unggulan daerah tersebut, telah terjadi kenaikan harga yang drastis terhadap minyak pala yang harganya mencapai Rp 1,05 juta/kg. Sebelumnya, harga minyak pala berkisar Rp 900.000 sampai Rp 950.000.

Kenaikan harga juga dialami bunga pala merah yang mencapai Rp 150.000/kg dan bunga pala putih Rp 250.000/kg. Sedangkan harga minyak nilam bertahan berkisar Rp 600.000/kg.
"Harga tersebut merupakan hasil pantauan terbaru, yang rutin kami lakukan," kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop UKM Aceh Selatan Darmawan di Tapaktuan, Kamis (5/6).

Darmawan mengatakan, dengan kenaikan harga minyak pala tersebut, telah memicu petani lebih giat menanam pala. Namun dari segi kuantitas, sebenarnya produksi pala dari Aceh Selatan telah jauh berkurang dibandingkan masa zaman kejayaannya dulu yakni sekitar tahun 2008 ke bawah.

Menyusutnya produksi pala di Aceh Selatan, menurut Darmawan, dipengaruhi beberapa faktor terutama faktor semakin maraknya serangan hama penggerek batang yang telah memusnahkan ribuan hektare tanaman pala di daerah itu. Akibatnya, kini produksi pala semakin berkurang, sehingga memicu kenaikan harga minyak pala di pasaran karena antara kebutuhan atau permintaan dari pembeli di Medan dan luar negeri tidak berimbang dengan produksi.

Sedangkan tanaman nilam, sambung Darmawan, berdasarkan pengamatan mereka tampaknya belum tampak adanya sambutan hangat dari petani setempat. Di beberapa kecamatan yang dipantau, usaha pertanian nilam belum menggeliat, kecuali sejumlah petani yang sebelumnya sudah menanam nilam sejak awal.[]
sumber: medanbisnis.com